Kecil Tapi Penting: Email

Media sosial, lengkap. Smartphone dan paket data tersedia. Aplikasi belanja dan pesan antar online juga aktif semua. Gimana dengan email?

“Duh, nggak tau passwordnya.”

“Nggak pernah buka email. Pake DM atau whatsapp aja.”

“Memang email perlu, ya? Aku pakai alamat email teman aku aja, ya?”

Nggak Bisa Email?

Walau komunikasi di internet bukan lah hal yang asing bagi generasi Z, namun Rencanamu menemukan hal menarik. Ada sebagian anak muda yang nggak punya akun email atau surel (surat elektronik), atau nggak bisa menggunakan email dengan benar.

Bukan sepenuhnya nggak memiliki email, sih. Ada yang membuat banyak email hanya untuk mengaktifkan sosial media. Tapi habis itu emailnya dilupakan dan nggak pernah dibuka. Atau malah nebeng  email milik orang lain dan nggak punya email pribadi.

Nggak sedikit juga yang sekadar punya email, tapi nggak bisa memakainya. Dibuka pun setahun sekali. Duile, itu email atau buka puasa bersama?

Pentingnya Email

Padahal, punya email itu penting banget, terutama bagi pelajar dan  mahasiswa. Kegunaannya antara lain:

1. Email termasuk dalam kontak pribadimu, “alamat” untuk pengiriman surat dan dokumen elektronik. Apalagi sekarang semua serba paperless atau nggak menggunakan kertas. Jadi segala materi pelajaran, tugas, bon pembayaran, pemberitahuan, dikirim melalui email.

2. Pendaftaran kuliah menggunakan email. Ya, baik di perguruan tinggi swasta maupun melalui LTMPT pasti akan diminta memasukkan alamat email. Jangan menganggap alamat email hanya sebagai formalitas belaka dan cuma diisi di awal pendaftaran. Apalagi sampai memberikan alamat email yang ngasal *tepok jidat. 

Berbagai pemberitahuan penting seputar proses seleksi biasanya dikirimkan lewat email. Misalnya, undangan buat tes masuk hingga link untuk mengerjakan tes secara online. Kalau kamu nggak mengecek email secara berkala atau mengaktifkan notifikasi, kemungkinan besar akan ketinggalan informasi. Bahkan bisa kelewatan jadwal tes. Dan ini akan bikin kamu nggak lolos. Fatal banget. 'kan? Percaya gaes, hal kayak begini sering kejadian.

3. Berbagai aplikasi dan platform online juga mensyaratkan email, seperti halnya Rencanamu. Jika ada artikel baru, pengumuman event, webinar, dan informasi bermanfaat lain juga akan di-update melalui email. Sayang sekali jika kamu melewatkan banyak hal yang penting dan kamu butuhkan, karena nggak memanfaatkan email.

4. Seleksi magang, beasiswa, dan pekerjaan juga mensyaratkan email. Kalau email kamu masih nebeng sama mama papa atau orang lain, kemungkinan besar mereka menganggapmu tidak mandiri dan belum dewasa.

5. Semakin kamu dewasa dan berhadapan dengan situasi formal dan profesional, semakin kamu akan membutuhkan email. Ya dong, dalam organisasi, sudah biasa banget kamu email sana sini. Apalagi dalam dunia kerja, komunikasi dengan email semakin intens dan kompleks.

Menggunakan Email dengan Tepat

Setelah tahu mengapa email itu penting, kita juga mesti tau bagaimana menggunakan email dengan tepat. Hal yang perlu diperhatikan adalah:

a.Nggak perlu memiliki banyak email, nanti kamu akan kebingungan sendiri. Satu email cukup untuk dirimu, kecuali jika kamu memiliki kebutuhan lain, misalnya email khusus untuk berjualan,

b. Penamaan yang menunjukkan dirimu dan formal, khususnya untuk email yang dipakai buat mendaftar perguruan tinggi, magang atau beasiswa. Ya, nama seperti  [email protected] tentu lebih pantas ketimbang [email protected] ya kan?

c. Jangan bikin akun email pribadi barengan dengan orang lain, kecuali kalau itu adalah akun email bisnis dan kalian bekerja sama.

d. Nggak perlu juga membagikan/menyebarluaskan password email kamu. Gimana kalau orang lain menyalahgunakannya?

e. Perhatikan etiket mengirim pesan elektronik. Yang paling dasar adalah menuliskan subjek email, teks pesan dengan jelas dan sopan, dan memberikan penutup. Apalagi untuk email yang formal, seperti ke guru atau saat mengirim lamaran magang.

Sehebat apapun kamu, lamaran kamu nggak akan tembus, kalau kamu hanya mengirim CV tanpa isi email, atau menuliskan pesan sekenanya.

f. Cek email secara berkala. Lebih praktis lagi jika emailmu juga aktif di smartphone, dan tiap ada email masuk akan muncul notifikasi, sehingga kamu nggak akan ketinggalan informasi.

g. Biasakan membaca kembali email dan mengecek lampiran sebelum memencet tombol ‘send’.

Ya, di era yang serba digital, bertukar pesan dan dokuman bisa dilakukan melalui banyak platform. Namun, hingga hari ini, email tetap menjadi  sarana yang krusial untuk komunikasi formal, terutama yang berkaitan dengan pendidikan dan karier.  Jadi, jangan hanya mengecek pesan di whatsapp atau medsos aja, perhatikan pula notifikasi emailmu!

(Sumber gambar:Torsten Dettlaff from Pexels, LTMPT)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Zidna Ilmalana | 9 hari yang lalu

Emng knp llsn psntrn?

Serba-Serbi Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB
Fatimah Ibtisam | 17 hari yang lalu

Hai Ilham, lmu Matematika juga dipakai dalam prodi Psikologi, khususnya yang berkaitan dengan statistika. Prodi Psikologi banyak melakukan riset, yang di antaranya menggunakan perhitungan statistik.

7 Mata Kuliah Paling Menantang di Program Studi Psikologi
Fatimah Ibtisam | 17 hari yang lalu

Hai Ronny, kamu bisa mendaftar FSRD ITB apabila kamu mengambil program IPA atau IPS.

Serba-Serbi Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB
andi regina wulan lestary nadim | 21 hari yang lalu

Open pp/endorse Ig : @reg.wulll_ bayar seikhlas nya, minat? DM

Serba-Serbi dan Cara Seputar Meng-Endorse dan di-Endorse di Media Sosial
Likawati Doloksaribu | 24 hari yang lalu

Pp endorse ig/tt gratis dm ig saya @likaa_doloksaribu

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1