World Suicide Prevention Day: Seberapa Pentingnya Kesehatan Mental Bagi Mahasiswa?

Gaes, tahu nggak, sih, kamu? Pada tanggal 10 September yang lalu ada peringatan yang bernama World Suicide Prevention Day alias Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia. Mungin banyak dari kamu yang bertanya-tanya “kenapa, sih, pencegahan bunuh diri aja pakai diperingati segala?”.

Asal kamu tahu aja, gaes. Menurut survey yang dilakukan oleh Badan Kesehatan Dunia atau yang lebih kamu kenal dengan nama World Health Organization (WHO), lebih dari 800.000 orang di berbagai belahan dunia setiap tahunnya mati karena bunuh diri atau 1 kematian setiap 40 detik. Bahkan, bunuh diri menjadi penyebab terbesar ke-2 kematian yang terjadi pada seseorang dengan usia 15 hingga 29 tahun.

Sementara di Indonesia, kejadian bunuh diri cenderung meningkat. Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, data kepolisian menunjukkan pada tahun 2012 ada sebanyak 981 kasus kematian karena bunuh diri dan pada tahun 2013 terdapat 921 kasus. Pada bulan Februari 2014, dilaporkan 457 kasus kematian akibat bunuh diri.

Pada tahun 2012, WHO juga menunjukkan angka bunuh diri di Indonesia mencapai 1,6% sampai 1,8% per 100.000 jiwa. Bahkan pada tahun 2020, WHO memprediksi angka bunuh diri di Indonesia akan mencapai 2,4% per 100.000 jiwa.

That’s why, sejak tahun 2003, WHO menggandeng International Association of Suicide Prevention (IASP) untuk memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia pada tanggal 10 September setiap tahunnya. Sebab, menurut WHO, bunuh diri adalah fenomena global yang harus ditanggapi dengan serius.

suicide prevention

Anyway, kamu pasti sering mendengar, dong, kabar berita mengenai mahasiswa dari kampus A, B, C atau D melakukan bunuh diri/gantung diri?

Nah, ada banyak faktor yang bisa memicu bunuh diri yang sering terjadi di kalangan mahasiswa ini, gaes. Salah satu faktor yang dinilai menjadi penyebab utama adalah rendahnya kesadaran kesehatan mental.

Banyak mahasiswa yang lupa untuk menjaga mental health mereka. Soalnya, mereka cuma fokus sama deadline tugas, jadwal kuliah dan organisasi yang mereka ikutin, serta tuntutan hidup dari orang-orang sekitar—seperti orang tua, keluarga besar, dosen, teman/sahabat/gebetan.

Belum lagi, kalau kamu adalah mahasiswa baru, kesehatan mental memiliki peranan yang sangat besar dalam kesuksesanmu berkuliah, gaes. Nggak mudah, lho, beradaptasi dengan lingkungan kampus yang baru, pergaulan yang semakin beragam, metode pengajaran serta teori pengetahuan yang sangat berbeda saat di bangku sekolah dan hal-hal lainnya.

Sayangnya, di Indonesia, pembicaraan mengenai kesehatan mental adalah hal yang memalukan dan tabu untuk dibicarakan. Kebanyakan dari kamu akan menilai orang yang memiliki gangguan kesehatan mental kurang mendekatkan diri pada Tuhan atau malah kerasukan setan.

Kamu cenderung nggak peduli dengan yang namanya kesehatan mental. Bahkan, kamu masih beranggapan bahwa orang yang terkena gangguan kesehatan mental adalah orang yang nggak waras atau gila. Alhasil, orang yang menderita gangguan kesehatan mental ini memilih nggak membeberkan masalah kejiwaan mereka kepada orang-orang terdekat dan selalu berkata "Aku baik-baik aja" sambil memasang topeng palsu karena takut harus menanggung hukuman sosial atau stigma seperti yang di atas.

Padahal menurut saya, itu salah besar. Menjaga kesehatan mental juga perlu diperhatikan, lho—apalagi kalau kamu adalah seorang mahasiswa. Mau tahu alasannya kenapa? Yuk, cari tahu berikut ini beberapa manfaat dari kesehatan mental yang perlu kamu ketahui:

1. Menjaga fokus dan konsentrasi

Manfaat yang bisa kamu rasakan dengan memiliki mental yang sehat adalah daya konsentrasi dan fokus menjadi terarah serta nggak mudah lupa, gaes. Fokus konsentrasi dalam belajarmu juga akan lebih tajam.

Apapun yang kamu pelajari akan dengan mudah diserap dengan baik. Bahkan, apapun persoalan yang kamu hadapi, baik di lingkungan kampus, organisasi atau lingkungan di luar itu bisa kamu selesaikan dengan baik karena kamu memiliki pikiran yang sehat.

2. Meningkatkan mood

mood

Mungkin banyak dari kamu yang akan berubah perilakunya karena mood yang tiba-tiba memburuk. Bener nggak?  

Coba, deh, bayangin kalau mentalmu yang memburuk. Hehe.

Well, mental yang nggak sehat bisa mempengaruhi mood-mu. Kamu akan sering merasa kesal, marah, sedih dan gelisah dalam satu waktu. Hal ini juga bisa mengganggu konsentrasi belajarmu, lho.

Misalnya, kamu sudah baca satu bab buku secara berulang kali. Tapi, kamu tetap nggak paham apa yang dimaksud. Lalu, kamu jadi marah ataupun kesal sendiri. Alhasil, kamu malah tutup buku dan nggak lanjut belajar lagi, padahal besoknya ada ujian.

Intinya, mental yang sehat itu bisa membuat mood -mu jauh lebih terkontrol, gaes. Mood yang stabil akan mampu membentuk pola pikir yang seimbang. Makin bagus mood yang ada pada dirimu, maka semakin baik kualitas jiwamu.

3. Mengurangi stres

Manfaat menjaga kesehatan mental yang bisa kamu rasakan langsung dampaknya adalah mampu mengurangi tingkat stres.

Fyi, mahasiswa yang kuliah di kota besar rentan mengalami stres. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor—seperti kemacetan, polusi, harga kebutuhan hidup yang mahal, gaya hidup yang terlalu modern dan masih banyak lagi,

Nah, mungkin banyak diantara kamu juga yang nggak bisa membedakan yang mana stres dan yang mana frustrasi—bahkan kamu cenderung menyepelekan kedua faktor tersebut. Well, stres adalah saat di mana tubuhmu tertekan karena beban kerja. Sementara, frustasi adalah perasaan dimana saat kamu merasa nggak bisa mencapai yang kamu inginkan.

Dengan kata lain, stres itu saat kamu melakukan banyak hal. Mulai dari baca buku, ngerjain tugas, makalah, tapi kamu nggak enjoy melakukannya karena itu sekedar tuntutan dari dosen aja. Sedangkan kalau kamu gagal dalam memenangkan hati seseorang meraih sesuatu atau saat realita nggak sesuai ekspektasi, maka kamu bisa dikatakan frustasi.

4. Meningkatkan daya tahan tubuh

Memiliki mental yang lemah cenderung akan membuat tubuhmu terasa sakit, mudah terserang flu, kepala pusing dan penyakit-penyakit lainnya yang berimbas pada kesehatan tubuh.

Nah, dengan menjaga kesehatan mental akan berdampak pula pada daya tahan tubuhmu. Metabolisme lebih teratur dan kondisi tubuh jauh lebih fit.

Kamu jadi nggak gampang sakit, pikiran menjadi tenang, dan kekebalan tubuh terhadap bakteri menjadi kuat. Selain itu, kamu juga nggak mudah lelah, stres apalagi mengalami depresi.

5. Meningkatkan rasa percaya diri

cegah bunuh diri

Manfaat menjaga kesehatan mental selanjutnya adalah mampu meningkatkan kepercayaan diri seseorang. Kamu akan lebih enjoy dalam bersosialisasi dengan lingkungan yang ada di sekitarmu, gaes.

Sebab, pada umumnya, seseorang yang memiliki gangguan mental itu nggak memiliki kepercayaan diri yang baik. Orang tersebut akan merasa minder ketika bertemu dengan orang banyak dan terkesan menjauhi pergaulan. Eitss… tapi ini beda kasus sama orang yang introvert, lho, ya!

6. Mempertajam kerja otak

Pengaruh mental pada organ tubuh khususnya otak adalah pikiran. Jika pikiran Anda yang sering mengalami masalah, itu artinya kesehatan mental Anda mungkin terganggu. Seringnya berpikir mengenai tugas kuliah, praktek dan sebagainya yang menguras kerja otak adalah salah satu penyebabnya.

Apabila terjadi gangguan mental seperti depresi, stres dan lainnya maka akan memperlambat kerja otak. Hal ini berpengaruh kepada daya ingat dan konsentrasi belajar menurun. Sebab itu sangat penting mengelola pikiran Anda tidak mudah stres dan galau. Ketahui faktor penyebab gangguan kesehatan mental dari faktor fisik.

7. Belajar jadi lebih semangat

Fyi, mental yang sehat juga membuat semangat belajar menjadi lebih baik, lho. Nggak percaya?

Bayangin kalau kamu stres atau lelah, otomatis pikiran dan fisikmu juga akan ikutan drop. Kamu jadi malas belajar, malas ngerjain tugas, malas ngapain-ngapain, deh, pokoknya.

Oleh karenanya, kamu jangan cuma menjaga kondisi fisik aja. Sebisa mungkin, kamu juga harus mengatur kesehatan mentalmu dengan berpikir senyaman mungkin dan sepositif mungkin.

Oyaa, biar semangat belajarmu nggak gampang turun, carilah suatu hal yang bisa membuat kamu bahagia dan semangat setiap harinya serta ikutilah tips ampuh hadapi tugas kuliah yang numpuk biar kamu tak merasa stres di sini.

8. Aktif dalam beraktivitas

Seperti yang sudah disinggung di poin-poin sebelumnya, kalau mental memburuk, otomatis untuk beraktivitas aja sudah malas banget, kan? Trus, gimana sama nasib mahasiswa yang punya segudang aktivitas dari kegiatan satu ke kegiatan lain, dari deadline tugas satu ke tugas yang lain, dan sebagainya. Pasti kepala mereka rasanya sudah mau pecah, tuh.

Nah, kalau kamu lebih aware sama kesehatan mentalmu. Kamu akan menjadi pribadi yang lebih produktif dan enjoy dalam segala aktivitas yang ada. Kamu juga akan lebih pandai mengatur dan menyiasati pikiran biar nggak gampang stres dan capek.

Psstt... kamu nggak boleh lupa buat memperhatikan pola makan, pola pikir, istirahat yang cukup serta melakukan hobi atau hal-hal yang kamu sukai, ya. Karena semua hal itu bisa membuat kesehatan mentalmu terjaga dengan baik.

 

Baca juga:

 

(Sumber gambar: newatlas.com, leadingsaints.org, ohhdeer.com, cloudfront.net)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Agustin Lutfianty | 2 bulan yang lalu

Kunjungi website kami di https://walisongo.ac.id

World Suicide Prevention Day: Seberapa Pentingnya Kesehatan Mental Bagi Mahasiswa?
Tiara Windi | 3 bulan yang lalu

Karena merasa gk nyaman aja gitu tmn2 yg lain kok pada enak2 aja aku kok gk enak gitu Krn bidang kerjaan mereka cuma duduk aku berdiri teruss

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Tiara Windi | 3 bulan yang lalu

Kak saya ingin pindah magang

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1